PENERAPAN PANCASILA PADA KOMUNITAS KARAWITAN

Pada
tahun 2010 sekitar bulan November ada seorang Ibu bernama Susilowati seorang
pecinta karawitan. Dari sejak sekolah dahulu beliau dan teman-temannya sering
bermain karawitan di sekolahnya. Beliau juga suka mengkoleksi alat musik
karawitan secara lengkap, beliau memiliki alat musik karawitan di rumahnya
tepatnya berada di ruangan yang seharusnya di jadikan garasi kendaraan. Beliau
menggunakan garasi rumahnya sebagai ruangan peminyimpanan alat musik tersebut,
dengan kecintaannya dengan alat musik ini beliau berhasil memiliki satu per
satu alat karawitan hingga memenuhi garasi tersebut. Akhirnya beliau memilki
keinginan untuk tidak menggunakan alat musiknya sendiri, tetapi beliau
mengumpulkan seluruh teman-teman lama yang juga suka bermain alat musik karawitan
tersebut, sehingga terkumpullah kurang lebih 10 org yang mau ikut bergabung
sebagai awal mula di bukanya gara karawitan mundhu untuk umum. Mereka terdiri
dari rakyat manula yang kurang lebih 50 thn ke atas, mereka juga tidak mem publish kan komunitas kecil ini kepada
masyarakat luar karena menyesuaikan dengan umur mereka yang sudah bukan
layaknya lagi bermain gadget tetapi mereka hanya mengajak orang-orang di
sekeliling rumah untuk bergabung bagi yang berminat tanpa di pungut biaya
sedikitpun. Karena komunitas kecil ini di bangun atas dasar hobby kecintaan
pada alat musik tua, jadi tidak dipungkiri setiap kali mereka berkumpul adalah
salah satu waktu untuk mereka bisa bercanda tawa dan sekaligus menambah teman
baru dari beberapa kalangan uasia yang sampai hari ini mau ikut bergabung dalam
latihan yang di buka secara gratis ini. Mereka hanya melakukan pertemuan di
hari senin saja karena mengetahui kesibukan masing-masing setiap penggunanya.
Jadi hingga saat ini karawitan ini di kenal sebagai Komunitas Karawitan Mundhu,
berkaitan dengan lokasi rumah yang di tempati berada di jalan Mundhu.
Komunitas Karawitan Mundu ini memiliki visi yakni menciptakan manusia yang kreatif, inovatif, serta menumbuhkan rasa cinta akan budaya bangsa. Adapun misi dari komunitas ini yakni mendidik segala generasi untuk peduli terhadap budaya tradisional, mengajarkan alat musik karawitan sebagai salah satu kesenian jawa, serta mengembangkan kemampuan dan bakat dalam seni karawitan. Dalam komunitas ini juga memiliki beberapa anggota tetap, diantaranya Bapak Supeno sebagai pemain alat musik Bonang Barung, Bapak Sunarko ( Slentem ), Bapak Kuslik ( Demung ), Bapak Kastawi ( Saron ), Bapak Karyadi ( Peking ), Bapak Yanto ( Kenong ), Ibu Hani ( Gambang ), Ibu Surad ( Siter ), dan Ibu Sundari ( Rebab ).
Komunitas Karawitan Mundu ini memiliki visi yakni menciptakan manusia yang kreatif, inovatif, serta menumbuhkan rasa cinta akan budaya bangsa. Adapun misi dari komunitas ini yakni mendidik segala generasi untuk peduli terhadap budaya tradisional, mengajarkan alat musik karawitan sebagai salah satu kesenian jawa, serta mengembangkan kemampuan dan bakat dalam seni karawitan. Dalam komunitas ini juga memiliki beberapa anggota tetap, diantaranya Bapak Supeno sebagai pemain alat musik Bonang Barung, Bapak Sunarko ( Slentem ), Bapak Kuslik ( Demung ), Bapak Kastawi ( Saron ), Bapak Karyadi ( Peking ), Bapak Yanto ( Kenong ), Ibu Hani ( Gambang ), Ibu Surad ( Siter ), dan Ibu Sundari ( Rebab ).
Komunitas
karawitan ini menurut kelompok sedikit sulit untuk dijangkau oleh masyarakat
umum. Komunitas karawitan ini tidak mempublikasikan komunitasnya. Di tempat
rumah dimana dilaksanakannya latihan karawitan, tidak ada tulisan apapun yang
terpampang mengenai adanya komunitas karawitan. Namun apabila masyarakat sudah
tahu tentang adanya komunitas karawitan disana, tidak sulit untuk
menjangkaunya. Karena letah komuntas berada di tengah kota dan di perumahan
yang sering dilewati oleh kendaraan bermotor maupun pejalan kaki.
Kondisi bangunan
tempat dilaksanakannya latihan karawitan ini masih sangat bagus. Memang tempat
mereka latihan tidak ada tempat khusus di suatu gedung atau ruangan terbuka,
namun berada di rumah pemrakarsa didirikannya komunitas karawitan tersebut.
Latihan karawitan dilaksanakan di lorong sebelah rumah dan tempatnya lumayan
kecil namun panjang. Jadi apabila banyak masyarakat yang datang untuk latihan
atau melihat, tempat tersebut kurang memadai.
Fasilitas yang ada
di komunitas tersebut sebenarnya sangat minim. Komunitas karawitan ini memang
dibentuk berdasarkan hobi dan kegemaran dalam bermain alat musik tradisional.
Fasilitas yang ada hanyalah alat-alat musik seperti gamelan, gendang, gong, sound system, microphone. Fasilitas
lainnya yaitu untuk anggota baru yang ingin belajar. Anggota lama yang sudah
mahir bermain alat musik tidak segan untuk mengajari anggota lain yang ingin
belajar. Tidak ada fasilitas-fasilitas lain karena komunitas hanya melakukan
kegiatan latihan saja dan tidak untuk tampil ataupun mengikuti lomba.
Organisasi
karawitan ini memiliki kegiatan yang rutin tiap minggunya. Mereka mengadakan
latihan bersama di Jl. Mundu setiap Hari Senin pukul 16:00 s/d 18:00 WIB.
Organisasi ini tidak memiliki kegiatan lain selain latihan rutin setiap Hari
Senin, karena
komunitas ini memang bertujuan untuk menyalurkan hobi saja dan bukan untuk kepentingan yang
lain-lain seperti lomba, pentas seni, bhakti sosial dan lain - lain.
Karawitan sebagai budaya lokal,
multidimensi dan Karawitan sebagai budaya bangsa memiliki potensi
keterikatannya dengan nilai, norma dan kaidah-kaidah yang berlaku di daerah
kehidupan dan perkembangannya yaitu Jawa. Karawitan sebagai kesenian
multidimensi karena dibangun dalam pembelajaran karawitan mencakup kecerdasan
kinestetik, kepekaan inderawi, kemampuan berpikir, kepekaan rasa, seni dan
kreatifitas, kemampuan sosial dan kemampuan estetis. Terkait dengan
multidisiplin karena dalam karawitan tidak hanya terdapat medium bunyi tetapi
juga terdapat medium bahasa (sastra), gerak dan rupa.
Di komunitas karawitan mempunyai banyak
potensi yang bisa berguna bagi masyarakat. Komunitas karawitan berpotensi untuk
menjadi tonggak dalam pelestarian budaya lokal khususnya di zaman sekarang
ketika banyak masyarakat yang sudah mulai melupakan budaya lokal. Bila
komunitas karawitan ini bisa lebih dikembangkan lagi maka akan sangat pasti
bisa memberikan pengaruh yang besar
masyarakat. Peranan komunitas karawitan untuk ikut andil langsung ke dalam
masyarakat misalnya seperti pembuatan acara workshop dan pentas akan membuat
komunitas ini lebih dikenal lagi, setelah lebih dikenal maka masyarakat akan
sadar kembali tentang budaya lokal, maka dari situ komunitas karawitan bisa
secara lagsung mengajak masyarakat dalam pelestarian budaya lokal. Potensi dari
komunitas karawitan juga memiliki peranan besar dalam pengembangan multidimensi
generasi muda, selain untuk melestarikan budaya lokal, melalui komunitas bisa
diajarkan bahwa karawitan adalah suatu kesenian multidimensi, dalam melakukan
kegiatan bermain karawitan kecerdasan
kinestetik bisa berkembang karena secara otomatis ketika bermain karawitan,
pemain karawitan akan sangat sering menggerakan anggota tubuh secara bersamaan,
lalu karawitan juga melatih kepekaan indrawi melalui bermusik, dan
mengembangkan seni serta kreatifitas untuk anak usia dini. Maka bisa
disimpulkan potensi dari komunitas karawitan sangat luar biasa berguna bagi
masyarakat, terlebih jika bisa dikembangkan lagi agar komunitas dapat langsung
merambah masyarakat di zaman sekarang.
Refleksi
Pada
mata kuliah Pancasila ini, kelompok kami mengunjungi komunitas yang berkaitan
dengan budaya Jawa, yakni komunitas karawitan. Komunitas tersebut terbuka untuk
umum. Lokasinya berada di Jalan Mundu, di sebuah rumah milik Ibu Susilowati.
Ibu Susilowati memang sangat menyukai adat jawa sejak lama, oleh karena itu
beliau mengajak teman – temannya untuk berlatih karawitan, sebab beliau juga
memiliki alat musik tersebut. Untuk berlatih bermain karawitan di komunitas ini
tidak ada pungutan biaya. Semuanya bersifat sukarela. Ketika kelompok kami
mengunjungi komunitas tersebut, anggota komunitas merasa sangat senang. Setelah
kami melakukan sedikit wawancara, ternyata beberapa anggota menjelaskan bahwa
mereka ingin agar budaya gamelan ini tidak hilang begitu saja. Melainkan,
mereka berharap agar generasi muda seperti kelompok kami memiliki minat untuk
melestarikan budaya tersebut.
Kelompok
kami merasa senang ketika berlatih karawitan bersama, sebab anggota komunitas
tersebut mengajari kami dengan sabar. Dalam komunitas itu juga tidak ada
perbedaan kedudukan. Mereka tidak membedakan perilaku antara senior dengan
pemula. Dengan alat musik yang jumlahnya terbatas pula, anggota komunitas ini
justru senang apabila banyak yang ingin ikut berlatih. Mereka rela bergantian
memainkan alat musik yang ada. Tidak ada yang memaksakan kehendak untuk
memainkan alat musiknya terus menerus. Ketika kami melakukan wawancara, anggota
komunitas juga kompak untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan yang kelompok kami
berikan. Mereka sangat ramah dan peduli. Mereka dengan senang hati menceritakan
pengalamannya selama berlatih karawitan di komunitas tersebut.
Sebelum
memainkan musik, para anggota biasanya memilih musik apa yang hendak dimainkan.
Apabila terjadi perbedaan pendapat, mereka juga saling menghargai dan keputusan
diambil berdasarkan suara terbanyak, Apabila ada anggota yang mengeluh bahwa
musik tersebut siulit untuk dimainkan, maka para anggota juga tidak berat hati
untuk memilih dan mengganti lagu yang hendak dimainkan. Terkadang,
ada pula beberapa anggota yang tidak memiliki atau tidak membawa buku yang
berisi not untuk memainkan alat musiknya. Anggota lain yang telah hafal not
lagu dan membawa buku, tidak keberatan dalam meminjamkan bukunya untuk anggota
yang lain.
Ketika
berlatih terdapat juga makanan ringan yang dibagikan kepada anggota komunitas.
Mereka membaginya sama rata. Demikian pula setelah menggunakan alat makan yang
ada, mereka membereskannya pula bersama. Ketika usai latihan, mereka juga
membereskan alat musik dan menutupinya dengan kain agar alat musik tersebut
tidak kotor, Anggota komunitas ini sangat merawat alat music yang dipinjamkan
Ibu Susilowati meskipun Ibu Susilowati tidak selalu ikut berlatih dan tidak
selalu berada di rumah tersebut. Dengan sikap baik yang dibangun oleh anggota
komunitas ini, tidak heran jika komunitas tersebut tetap berjalan dengan baik
di setiap latihannya hingga waktu yang cukup lama.









Komentar
Posting Komentar